Kenapa hujan bau tanah? Itu ulah bakteri Streptomyces yang melepaskan zat Geosmin. Fakta unik Petrichor dan sumber utama antibiotik dunia.
Coba tarik napas dalam-dalam saat hujan pertama turun membasahi tanah kering. Hmm... Wangi itu khas sekali, bukan?
Kita sering menyebutnya "bau tanah" atau "bau hujan". Dalam bahasa ilmiah, aroma ini disebut Petrichor.
Tapi tahukah kamu? Itu bukan bau tanah, bukan juga bau air. Aroma yang menenangkan jiwa itu sebenarnya adalah aroma yang dilepaskan oleh jutaan bakteri yang hidup di bawah kaki kita.
Perkenalkan sang pembuat parfum alam: Streptomyces.
Bukan Jamur, Tapi Bakteri
Banyak orang mengira Streptomyces adalah jamur karena bentuknya yang memiliki filamen (serabut) panjang. Padahal, mereka adalah bakteri.
Saat hujan turun, tetesan air yang menghantam tanah akan "membangunkan" spora-spora ini. Kekuatan benturan air itu melontarkan senyawa kimia tubuh mereka ke udara sebagai aerosol.
Geosmin Zat Kimia Paling Harum
Senyawa kimia yang mereka lepaskan itu bernama Geosmin (bahasa Yunani: Wanginya Bumi).
Itu setara dengan kemampuan hiu mencium satu tetes darah di kolam renang olimpiade! Para ilmuwan menduga leluhur manusia berevolusi menyukai bau ini karena Geosmin menandakan adanya air tawar yang bersih dan tanah yang subur untuk bertani.
Pahlawan Medis Penyelamat Nyawa
Jangan cuma kagum sama baunya. Streptomyces adalah pahlawan dunia medis yang sesungguhnya.
Tahukah kamu? Lebih dari dua pertiga antibiotik alami yang digunakan dokter di seluruh dunia berasal dari bakteri keluarga Streptomyces ini.
Kesimpulan
Jadi, lain kali saat hujan turun dan kamu mencium aroma Petrichor, ingatlah dua hal. Pertama, kamu sedang mencium aroma "bangun tidur" jutaan bakteri Streptomyces. Kedua, berterimakasihlah pada mereka, karena berkat mereka kita punya antibiotik untuk melawan penyakit. Hujan bukan cuma bikin rindu, tapi juga bikin sehat.
- Nature Microbiology - Streptomyces spores and Geosmin production.
- BBC Science Focus - Why does rain smell so good?
Komentar