Karma itu nyata! Sputnik adalah virus unik yang hidup dengan cara membuat virus lain menjadi sakit dan cacat. Kenalan dengan si Virophage.
Kita semua tahu virus itu jahat. Mereka membajak sel tubuh kita, memperbanyak diri, dan membuat kita sakit.
Tapi pernahkah kamu bertanya: Apakah virus bisa sakit?
Jawabannya: Bisa.
Perkenalkan Sputnik, sebuah virus kecil yang hidupnya menjadi benalu bagi virus lain. Ini adalah bukti nyata bahwa "Hukum Karma" juga berlaku di dunia mikro.
Penemuan yang Menggemparkan
Cerita bermula pada tahun 2008 di Paris. Ilmuwan sedang meneliti sebuah virus raksasa bernama Mamavirus (virus yang ukurannya sebesar bakteri).
Para ilmuwan menamainya Sputnik (mengambil nama satelit Rusia), karena virus kecil ini selalu "mengorbit" di sekitar virus raksasa tersebut.
Maling Teriak Maling
Cara kerja Sputnik benar-benar licik, persis seperti kelakuan virus pada umumnya.
Saat Mamavirus sibuk membangun pabrik, Sputnik menyelinap masuk. Ia mencuri bahan baku dan mesin fotokopi yang seharusnya dipakai Mamavirus.
Akibatnya?
- Sputnik berhasil memperbanyak diri dengan cepat.
- Mamavirus jadi kekurangan bahan. Anak-anak Mamavirus yang lahir jadi cacat, bentuknya aneh, dan tidak bisa menginfeksi lagi.
Virophage Sang Pemakan Virus
Karena kelakuannya ini, ilmuwan menciptakan klasifikasi baru bernama Virophage (Pemakan Virus).
Kesimpulan
Sputnik mengajarkan kita bahwa di alam semesta ini, selalu ada langit di atas langit. Virus raksasa yang kita anggap menakutkan ternyata bisa tak berdaya menghadapi parasit kecil yang nakal. Jadi, kalau kamu sedang flu, ingatlah virus flu yang menyerangmu untungnya tidak membawa teman "Sputnik"-nya sendiri.
- Nature Journal - Sputnik, a virophage infecting the mammalian virus Mamavirus.
- National Geographic - Viruses get sick too.
Komentar