Wolbachia adalah bakteri 'feminis' yang membenci jantan. Ia bisa mengubah serangga jantan jadi betina atau membunuhnya demi bertahan hidup.
Dalam dunia biologi, jantan dan betina biasanya lahir dengan peluang 50:50. Tapi bagi bakteri bernama Wolbachia, jantan adalah "produk gagal" yang harus dimusnahkan.
Wolbachia adalah bakteri parasit yang hidup di dalam sel reproduksi serangga (nyamuk, lalat, kupu-kupu).
Masalahnya satu: Bakteri ini hanya bisa menular lewat telur ibu. Sperma ayah terlalu kecil untuk membawa bakteri ini.
Artinya? Jika serangga inangnya melahirkan bayi jantan, bakteri ini akan mati (karena jantan tidak bertelur). Agar bisa bertahan hidup, Wolbachia melakukan manipulasi genetik paling gila di dunia hewan.
Strategi Operasi Ganti Kelamin Paksa
Wolbachia punya kemampuan Feminization (Feminisasi). Jika ia mendeteksi bahwa embrio serangga yang ditumpanginya adalah jantan, ia akan mengganggu hormonnya.
Strategi Pembunuhan Bayi Laki-laki
Jika gagal mengubah kelaminnya, Wolbachia memilih opsi sadis kedua: Male Killing. Ia akan mengeluarkan racun yang khusus membunuh embrio jantan.
Senjata Makan Tuan
Tapi cerita ini punya plot twist positif. Ilmuwan (termasuk di Indonesia/UGM Yogyakarta) menemukan fakta unik: Jika nyamuk Aedes aegypti (penyebab DBD) terinfeksi Wolbachia, virus Dengue di tubuhnya tidak bisa berkembang.
Kesimpulan
Wolbachia mengajarkan kita bahwa di dunia mikroskopis, perang antar gender itu nyata dan brutal. Demi bertahan hidup, bakteri ini rela melakukan apa saja: mulai dari operasi ganti kelamin masal hingga memandulkan satu populasi.
- Nature Reviews Microbiology - Wolbachia: master manipulators of invertebrate biology.
- World Mosquito Program - How Wolbachia works.
Komentar