Mengenal Turritopsis dohrnii, ubur-ubur ajaib yang bisa memutar balik waktu biologisnya kembali menjadi bayi. Hewan abadi yang nyata.
Sejak zaman dahulu, kaisar dan raja mencari "Air Kehidupan" agar bisa hidup abadi. Mereka gagal dan akhirnya mati seperti manusia biasa.
Siapa sangka, rahasia keabadian itu bukan ada di istana emas, melainkan berenang tenang di lautan luas. Perkenalan dengan Turritopsis dohrnii, satu-satunya makhluk di bumi yang secara biologis menolak untuk mati.
Ia tidak hanya menunda penuaan, tapi ia benar-benar memutar balik waktu.
Benjamin Button Versi Nyata
Jika kamu menonton film The Curious Case of Benjamin Button, kamu akan melihat tokoh yang lahir tua lalu makin hari makin muda. Di dunia nyata, hal itu mustahil bagi manusia, tapi "makanan sehari-hari" bagi ubur-ubur ini.
| Gambar 1. Ilustrasi Turritopsis Dohrnii |
Saat ubur-ubur biasa menua, sakit, atau stres setelah bereproduksi, mereka akan mati. Tapi Turritopsis dohrnii berbeda. Jika ia merasa tubuhnya rusak atau tua, ia akan menekan "Tombol Reset". Ia akan menyerap kembali tentakelnya, menyusut, dan jatuh ke dasar laut untuk berubah kembali menjadi bayi (polip).
Sihir Biologi "Transdiferensiasi"
Kemampuan memutar waktu ini disebut Transdiferensiasi. Ini adalah kemampuan sel tubuh yang sangat langka.
| Gambar 2. Ilustrasi Siklus Hidup Turritopsis Dohrnii |
Bayangkan jika sel kulitmu tiba-tiba bisa berubah menjadi sel jantung atau sel otak sesuai kebutuhan. Itulah yang dilakukan ubur-ubur ini. Ia merombak ulang seluruh sel tubuhnya dari bentuk dewasa menjadi bentuk sel muda.
Secara teori, proses ini bisa dilakukan berulang-ulang selamanya. Jadi, ubur-ubur yang kamu lihat di laut sekarang, mungkin adalah individu yang sama yang sudah hidup sejak zaman Dinosaurus!
Abadi, Tapi Tidak Kebal
Namun, jangan salah sangka. "Abadi" di sini artinya adalah Keabadian Biologis (tidak mati karena tua).
| Gambar 3. Ilustrasi Predator Ubur-Ubur |
Turritopsis dohrnii tetaplah makhluk kecil yang lunak. Ia tidak kebal senjata. Jika ia dimakan penyu, tersedot mesin kapal, atau air lautnya tercemar parah, ia tetap akan mati sebelum sempat melakukan proses peremajaan diri. Jadi, keabadiannya adalah perlombaan antara "kembali muda" atau "dimakan musuh".
Kesimpulan
Turritopsis dohrnii mematahkan hukum alam yang paling absolut: bahwa setiap yang bernyawa pasti akan menua dan mati. Keberadaannya kini menjadi objek penelitian para ilmuwan kanker dan penuaan, berharap manusia bisa "mencuri" sedikit rahasia mekanisme selnya untuk pengobatan masa depan.
Credit :
Penulis : Titis
Gambar dari Generate AI
Referensi
- National Geographic - The Immortal Jellyfish
- American Museum of Natural History - Turritopsis dohrnii Facts
Komentar