Tahukah kamu bahwa Cendana sebenarnya adalah tanaman parasit? Simak fakta unik si kayu wangi bernilai emas yang kini terancam punah.
Di dunia tumbuhan, ada satu spesies yang membingungkan para ilmuwan dan filsuf alam. Ia dipuja di seluruh dunia karena aromanya yang menenangkan, digunakan dalam ritual suci para raja, dan dihargai lebih mahal dari emas.
Namun, di balik kemegahannya, pohon ini menyimpan rahasia gelap. Ia adalah "pencuri" yang tak bisa hidup mandiri. Ia adalah Cendana (Santalum album), harta karun asli dari tanah kering Nusa Tenggara Timur.
Mari kita bongkar paradoks kehidupan si kayu wangi ini.
Sang "Vampir" Beraroma Surga
Jika kamu melihat pohon Cendana berdiri gagah, jangan tertipu. Ia sebenarnya adalah tumbuhan Hemiparasit.
| Gambar 1. Ilustrasi Akar Parasit |
Berbeda dengan benalu yang menempel di dahan, Cendana menanamkan akarnya sendiri ke tanah. Namun, akarnya memiliki senjata rahasia bernama Haustoria. Alat ini berfungsi seperti jarum suntik yang menembus akar pohon tetangga (inang), lalu menyedot air dan nutrisi darinya.
Tanpa "korban" untuk ditumpangi (seperti pohon Akasia atau Cabai), bibit Cendana akan mati muda. Ia seperti tamu tak diundang yang perlahan menggerogoti tuan rumahnya demi menghasilkan minyak wangi yang legendaris.
Kutukan Sang Idola
Ironisnya, sifat parasit Cendana justru dibalas dengan "parasitisme" manusia. Karena aromanya yang abadi (bisa bertahan puluhan tahun), Cendana diburu habis-habisan.
- Nilai Fantastis: Minyaknya adalah bahan dasar parfum kelas dunia dan dupa ritual suci.
- Pertumbuhan Lambat: Cendana butuh waktu 60 hingga 80 tahun untuk menghasilkan minyak kualitas terbaik (teras kayu).
| Gambar 2. Ilustrasi Batang Cendana |
Karena ketidaksabaran manusia, pohon-pohon muda ditebang paksa. Hutan Cendana di Pulau Timor dan Sumba yang dulu melimpah ruah, kini nyaris tinggal sejarah. Sang parasit yang memangsa pohon lain, kini dimangsa hingga hampir punah oleh keserakahan manusia.
Harapan yang Tersisa
Kini, budidaya Cendana menjadi tantangan rumit. Menanam Cendana berarti harus menanam dua pohon sekaligus: Cendana dan Inangnya. Ini mengajarkan kita bahwa di alam, tidak ada makhluk yang benar-benar bisa hidup sendirian—bahkan bagi si pencuri nutrisi sekalipun.
| Gambar 3. Ilustrasi Padang Rumput |
Kesimpulan
Cendana adalah cermin kehidupan yang ironis. Ia mengajarkan bahwa sesuatu yang dianggap paling suci dan harum sekalipun, memiliki sisi ketergantungan yang rapuh. Menjaganya tetap hidup berarti menjaga warisan wangi bumi pertiwi agar tidak sekadar menjadi dongeng bagi anak cucu kita.
Credit :
Penulis : Titis
Gambar dari Generate AI
Referensi
- Alam Semenit - Kayu Wangy Asli Bumi Pertiwi
Komentar