Ditemukan di tumpukan sampah Jepang, Ideonella sakaiensis adalah bakteri ajaib yang berevolusi memakan plastik. Harapan baru atasi polusi dunia.
Plastik adalah musuh terbesar lingkungan saat ini. Botol minum kemasan yang kita buang hari ini butuh waktu 450 hingga 1.000 tahun untuk terurai secara alami.
Selama puluhan tahun, ilmuwan pusing mencari cara memusnahkan plastik tanpa membakarnya (yang menyebabkan polusi udara).
Namun, jawaban itu ternyata ditemukan di tempat yang paling tidak diduga: di tumpukan sampah daur ulang di Jepang. Alam telah melahirkan "pasukan pembersih" barunya.
Penemuan di Tumpukan Sampah
Pada tahun 2016, tim ilmuwan dari Kyoto Institute of Technology mengumpulkan 250 sampel dari tempat pembuangan sampah botol PET (Polyethylene Terephthalate).
| Gambar 1. Ilustrasi Tumpukan Sampah Botol Plastik |
Mereka mencari tanda-tanda kehidupan yang aneh di sana. Dan benar saja, mereka menemukan satu koloni bakteri yang tidak hanya "menempel" di plastik, tapi benar-benar memakannya. Bakteri itu kemudian diberi nama Ideonella sakaiensis.
Evolusi Super Cepat
Penemuan ini mengejutkan dunia sains. Kenapa? Karena plastik PET baru diciptakan manusia sekitar tahun 1940-an.
| Gambar 2. Ilustrasi Bakteri Pemakan Plastik |
Artinya, bakteri ini melakukan evolusi super cepat. Dalam waktu kurang dari 70 tahun, alam berhasil menciptakan spesies baru yang sistem pencernaannya khusus dirancang untuk memakan bahan sintetis buatan manusia. Ini adalah bukti kekuatan adaptasi alam yang luar biasa.
Enzim Pengunyah Plastik
Bagaimana cara dia memakan botol yang keras itu?
| Gambar 3. Ilustrasi Cara Bakteri Memakan Plastik |
Ideonella sakaiensis mengeluarkan dua enzim khusus yang disebut PETase dan MHETase. Enzim ini bekerja seperti "gunting kimia". Mereka memotong ikatan molekul plastik yang kuat, mengubahnya menjadi zat cair sederhana yang kemudian diserap oleh bakteri sebagai sumber energi (makanan).
Sederhananya: Bakteri ini mengubah botol bekas menjadi tenaga untuk hidupnya sendiri.
Harapan Masa Depan Bumi
Saat ini, proses makan bakteri ini masih tergolong lambat (butuh beberapa minggu untuk melahap selembar tipis plastik). Namun, para ilmuwan di seluruh dunia (termasuk di Inggris dan AS) sedang merekayasa genetika bakteri ini agar bisa bekerja lebih cepat.
| Gambar 4. Ilustrasi Tabung Pemusnah Plastik |
Mimpi besarnya adalah membuat "Enzim Super" yang bisa disemprotkan ke gunungan sampah plastik, lalu sampah itu akan terurai dan lenyap dalam hitungan hari.
Kesimpulan
Ideonella sakaiensis mengajarkan kita bahwa alam tidak pernah diam. Ia merespons kerusakan yang kita buat. Bakteri kecil ini memberi harapan baru bahwa krisis polusi plastik mungkin bisa diselesaikan, bukan dengan mesin raksasa, tapi dengan bantuan makhluk mikroskopis sahabat bumi.
Credit :
Penulis : Titis
Gambar dari Generate AI
Referensi
- Science Magazine - A bacterium that degrades and assimilates poly(ethylene terephthalate)
- National Geographic - Plastic-eating bacteria discovery
Komentar