Mengenal Tardigrada, hewan mikroskopis terkuat di bumi. Tahan panas, radiasi hingga ruang hampa udara. Inilah rahasia bertahan hidup sang beruang air.
Jika kamu diminta menyebutkan hewan terkuat di dunia, mungkin kamu akan membayangkan karnivora besar seperti Singa, Gajah Afrika, atau Paus Biru. Jawaban itu sebenarnya kurang tepat karena definisi "kuat" bukan hanya soal ukuran otot atau seberapa keras gigitannya.
Gelar makhluk terkuat di bumi yang sesungguhnya justru dipegang oleh hewan yang ukurannya sangat kecil hingga hampir tak terlihat oleh mata telanjang. Makhluk itu bernama Tardigrada, atau yang sering disebut sebagai Water Bear (Beruang Air), sang juara bertahan hidup yang sesungguhnya.
Si Beruang Gendut Berkaki Delapan
Secara fisik, Tardigrada memiliki penampilan yang sangat unik dan agak menggemaskan jika dilihat di bawah mikroskop elektron. Tubuhnya gemuk berlipat-lipat seperti sedang memakai jaket musim dingin yang tebal, dan ia berjalan dengan empat pasang kaki gemuk (total 8 kaki). Di ujung kaki-kakinya yang mungil itu, terdapat cakar-cakar kecil yang tajam yang berguna untuk mencengkeram permukaan lumut tempat tinggalnya.
Meskipun ukurannya sangat mikro, yaitu hanya sekitar 0,5 milimeter atau seukuran satu butir pasir alus, persebaran mereka sangatlah luas dan mendunia. Kamu bisa menemukan koloni mereka di puncak gunung Himalaya yang bersalju abadi, di dasar palung samudra yang gelap gulita, di kawah gunung berapi yang panas, atau bahkan di lumut hijau yang tumbuh di batu bata halaman belakang rumahmu sendiri.
Lulus Segala Jenis Uji Kiamat
Kekuatan utama Tardigrada adalah ketahanannya yang tidak masuk akal terhadap suhu ekstrem yang pasti akan membunuh manusia dalam hitungan detik. Hewan ini terbukti secara ilmiah mampu bertahan hidup meski direbus dalam air mendidih bersuhu 150 derajat Celcius. Di sisi lain, mereka juga tetap santai meski dibekukan hingga suhu yang mendekati nol mutlak, yaitu sekitar -272 derajat Celcius.
Tidak berhenti di situ, Tardigrada juga memiliki ketahanan terhadap tekanan tinggi dan radiasi kosmik yang mematikan. Pada sebuah eksperimen tahun 2007, ilmuwan mengirim ribuan Tardigrada ke luar angkasa dan membiarkan mereka terpapar ruang hampa udara (vakum) serta radiasi matahari secara langsung. Ajaibnya, saat dibawa kembali ke bumi, sebagian besar dari mereka masih hidup sehat, bahkan bisa bertelur dan berkembang biak seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Rahasia Jurus Mati Suri
Bagaimana cara mereka melakukan semua hal mustahil itu tanpa pelindung baja? Rahasianya terletak pada kemampuan biologis unik bernama Cryptobiosis, yaitu kemampuan untuk mematikan hampir seluruh fungsi tubuhnya hingga ke titik nol saat menghadapi bahaya. Tardigrada akan menarik kaki-kakinya masuk, membuang 99% air dari tubuhnya, dan mengerut menjadi bola kering yang disebut "Tun".
Dalam fase Tun ini, metabolisme mereka berhenti total, membuat mereka secara teknis "mati suri" dan tubuhnya menjadi sekeras kaca yang tak bisa dihancurkan. Fase tidur panjang ini bisa berlangsung selama puluhan tahun tanpa makan dan minum sedikitpun. Ketika kondisi lingkungan membaik atau ketika mereka diberi setetes air, tubuh kaca itu akan menyerap air, mengembang kembali, dan "hidup lagi" hanya dalam waktu beberapa menit.
Kesimpulan
Tardigrada mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran penting bahwa kekuatan fisik yang besar bukanlah jaminan utama untuk bertahan hidup di dunia yang keras ini. Justru kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat dan bersabar dalam kondisi tersulitlah yang membuat sebuah spesies bisa lolos dari ancaman kepunahan.
Jika suatu hari nanti terjadi bencana besar atau kiamat meteor yang memusnahkan manusia dan hewan-hewan besar lainnya, kemungkinan besar bumi ini akan diwarisi oleh mereka. Para beruang air kecil ini akan tetap merayap santai di balik reruntuhan peradaban, menjadi saksi bisu sejarah panjang planet bumi yang pernah kita huni.
- Current Biology (2008) - Misi Luar Angkasa Tardigrada.
- National Geographic - Fakta Hewan Terkuat di Bumi.
- NASA.gov - Mekanisme Cryptobiosis.
Komentar