Terlihat seperti pohon buah biasa di pantai, tapi sentuhan kecil saja bisa fatal. Inilah Manchineel, tanaman cantik yang membenci manusia.
Bayangkan kamu sedang berlibur di pantai Karibia yang indah dengan pasir putih dan air laut biru jernih. Matahari bersinar sangat terik, lalu kamu melihat sebuah pohon rimbun yang tampak sejuk dengan buah-buah kecil mirip apel hijau yang berjatuhan di pasir.
Naluri pertamamu pasti ingin lari berteduh di bawahnya dan mungkin mencicipi buahnya yang terlihat segar dan wangi itu untuk melepas dahaga. Namun, berhentilah sekarang juga karena pohon itu adalah Manchineel (Hippomane mancinella), pemegang rekor dunia Guinness World Records sebagai pohon paling berbahaya di muka bumi yang bisa membunuhmu dengan berbagai cara.
Buah Manis Pengantar Maut
Buah dari pohon ini memiliki penampilan yang sangat menipu karena bentuknya bulat kecil berwarna hijau kekuningan dan mengeluarkan aroma manis seperti jeruk atau apel. Para pelaut Spanyol zaman dahulu, termasuk rombongan Christopher Columbus, pernah tertipu memakannya dan mereka menjulukinya manzanilla de la muerte yang berarti "apel kecil kematian".
Efek memakan buah ini digambarkan sangat mengerikan oleh ahli radiologi Nicola Strickland yang pernah tidak sengaja mencicipinya. Awalnya rasanya manis dan pedas lada, namun beberapa menit kemudian tenggorokan akan terasa terbakar hebat, membengkak hingga menutup saluran napas, dan menyebabkan pendarahan internal yang fatal jika tidak segera ditangani medis.
Hujan Asam Alami
Bahaya pohon Manchineel tidak hanya terletak pada buahnya, melainkan juga pada getah putih susu yang terdapat di seluruh bagian pohon mulai dari batang, ranting, hingga daunnya. Getah ini mengandung racun kuat bernama phorbol yang sangat iritatif dan mudah larut dalam air, sehingga pohon ini menjadi ancaman serius bahkan saat kita tidak menyentuhnya langsung.
Jika hujan turun dan kamu nekat berteduh di bawah pohon ini, air hujan yang menetes melewati daun-daunnya akan bercampur dengan getah racun tersebut dan jatuh ke tubuhmu. Tetesan air "beracun" ini akan bereaksi seperti siraman air keras atau asam sulfat, menyebabkan kulitmu melepuh seketika, terbakar, dan meninggalkan bekas luka permanen yang menyakitkan.
Musuh dalam Selimut
Karena seluruh bagian pohon ini beracun, kamu mungkin berpikir solusi terbaik adalah menebangnya lalu membakar kayunya agar musnah. Namun, ide itu justru akan membawa bencana baru karena asap hasil pembakaran kayu Manchineel juga mengandung racun yang sangat berbahaya bagi mata dan paru-paru.
Jika asap pembakaran itu mengenai mata, ia dapat menyebabkan iritasi parah hingga kebutaan permanen pada manusia. Karena sifatnya yang serba mematikan ini, suku-suku asli di Karibia zaman dahulu sering menggunakan getah pohon ini untuk dioleskan pada ujung anak panah mereka guna melumpuhkan musuh dalam perang.
Kesimpulan
Pohon Manchineel mengajarkan kita sebuah pelajaran penting bahwa di alam liar, penampilan yang cantik dan menggoda seringkali menyembunyikan bahaya yang mematikan. Kita tidak boleh sembarangan memegang, memakan, atau bahkan berteduh di bawah tanaman yang tidak kita kenal, meskipun ia tumbuh di tempat wisata yang populer.
Jika kamu melihat pohon dengan tanda silang merah atau papan peringatan di batangnya saat berlibur ke pantai tropis, menjauhlah sejauh mungkin. Alam memang indah untuk dinikmati, tapi ia juga memiliki mekanisme pertahanan diri yang kejam bagi siapa saja yang kurang waspada.
- Guinness World Records - "Most Dangerous Tree".
- British Medical Journal (BMJ) - "Eating a manchineel 'beach apple'" (Laporan kasus Nicola Strickland).
- Florida IFAS Extension - Hippomane mancinella.
Komentar